Lihat Pemilu dari Dekat, DPR Undang Parlemen Asing

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
DPR RI mengundang anggota parlemen negara-negara sahabat untuk menyaksikan langsung proses Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di Tanah Air. (Dok : DPR)
DPR RI mengundang anggota parlemen negara-negara sahabat untuk menyaksikan langsung proses Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di Tanah Air. (Dok : DPR)

Ini bagian dari upaya DPR memperlihatkan Indonesia sebagai negara demokratis.

Suara.com - DPR RI mengundang anggota parlemen negara-negara sahabat untuk menyaksikan langsung proses Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di Tanah Air. Ini bagian dari upaya DPR dalam memperlihatkan Indonesia sebagai negara demokratis terbesar di dunia, apalagi pada Pemilu kali ini menghadirkan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) sekaligus.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan, undangan ini diinisiasi DPR dan baru pertama kali dilakukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk melihat perkembangan demokrasi di Indonesia.

Undangan yang hadir di antaranya parlemen Turki, Malaysia, Pakistan, Rusia, dan dua organisasi internasional, seperti Organisasi Konferensi Islam dan Westminster Foudation for Democracy (WFD), Inggris.

“Ini adalah inisiatif DPR untuk mengundang sejumlah anggota parlemen dari beberapa negara sahabat, sekaligus organisasi internasional yang selama ini dekat dan bekerja sama dengan DPR. Ini adalah Pemilu serentak pertama yang kita laksanakan, baik Pilpres maupun Pileg,” ucap Fadli, usai memberi sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Election Visit Indonesia 2019", di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Beberapa negara lain tidak ikut hadir dalam undangan tersebut, seperti parlemen Amerika Serikat dan Australia. Para undangan dan observer dari negara asing yang diundang ini kemudian akan memantau ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jabodetabek.

Para undangan melihat dari dekat masyarakat di Tanah Air melakukan pemungutan suara dan proses penghitungannya.

“Kita ingin menunjukkan bahwa proses demokrasi di Indonesia merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari agenda politik nasional yang cukup unik. DPR baru pertama kali mengundang. Biasanya yang mengambil inisiatif adalah KPU (Komisi Pemilihan Umum). Tapi di negara-negara lain juga parlemennya biasa mengundang bila ada Pemilu,” terang politisi Partai Gerindra itu.

Turut hadir dalam FGD itu, para pembicara seperti Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, anggota DKPP Muhammad, dan akademisi UI Chusnul Mar’iyah.

“Dengan adanya observer internasional, mereka bisa menyaksikan langsung prosesnya. Mereka juga bisa memberi masukan dan memantau. Kita berharap, para penyelenggara pemilu bisa siap supaya tidak terjadi kecurangan,” tutup Fadli.

Sejumlah delegasi yang direncanakan hadir diantaranya, Deputy Speaker of the House of Representative of Malaysia, Mr. Nga Kor Ming; Member of Parliament Malaysia, Mr. Hassan Abdul Karim; dan Mr. Klaus Rangga Julias Louis sebagai Sekretaris Delegasi Malaysia.

Selain itu, Member of the Senate of Pakistan, Mr. Muhammad Asad Ali Khan Junejo; Member of Pakistan National Assembly, Mr. Muhammad Bashir Khan; dan Member of Turkish Grand National Assembly, Mr. Adnan Gunnar.

Berikutnya, PUIC Secretary General, Mr. Mouhamed Khourachi Niass; PUIC Deputy Secretary General, Mr. Ali Ashgar Mohammadi Sijani; Secretary of Executive Committee GOPAC, Mr. John Hyde; anggota WFD, Sir Simon Burns; dan Sekretariat Parlemen Rusia (DUMA) yang diwakili Mr. Anzhelika Butaeva dan Mr. Mikhail Davydov.

Turut hadir Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, H.E. Abdul Salik Khan beserta jajaran, dan sejumlah perwakilan kedutaan besar negara sahabat untuk Indonesia.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS