Jelang Pemilu, Ketua DPR Ziarah ke Makam Ayahanda

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berziarah ke makam ayah kandungnya, S.E. Prijono serta Kakek Neneknya, di pemakaman Joyokusomo, Dukuh Margosari, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/4/2019). (Dok : DPR).
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berziarah ke makam ayah kandungnya, S.E. Prijono serta Kakek Neneknya, di pemakaman Joyokusomo, Dukuh Margosari, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/4/2019). (Dok : DPR).

Ia berharap bangsa Indonesia tidak terpecah belah, tetap guyub dan rukun.

Suara.com - Satu hari menjelang Pemilu 2019, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menyempatkan diri berziarah ke makam ayah kandungnya, S.E. Prijono dan kakek - neneknya, di pemakaman Joyokusomo, Dukuh Margosari, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/4/2019). 

Ditemani keluarga besarnya, selain mendoakan almarhum ayahanda, Bamsoet juga berdoa agar  bangsa Indonesia tidak terpecah belah, tetap guyub dan rukun.

“Almarhum ayah meninggal pada 6 Januari 1977, saat saya beranjak dewasa memasuki usia 15 tahun. Walau tidak terlalu lama mengenal ayah, namun beliau sangat berjasa dalam pembentukan karakter diri saya. Sebagai seorang tentara, ayah menanamkan sikap pantang mundur, jujur, disiplin, tanggung jawab dan kerja keras. Nilai-nilai itulah yang selalu saya pegang hingga kini," ujar Bamsoet, usai berziarah ke makam almarhum.

Bagi Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen ini, mendoakan orang yang sudah mendahului, sekaligus menjadikannya pengingat diri bahwa kelak semua yang hidup pasti akan menghadapi kematian. 

Harta dan keluarga, segala hal yang bersifat materi akan ditinggalkan. Hanya amal baik yang menyertai saat menghadap Tuhan Maha Esa.

“Mengingat datangnya kematian bukanlah hal yang tabu, justru harus terus ditanamkan. Hidup di dunia hanyalah persinggahan, sebelum kelak kita semua akan abadi di akhirat nanti. Dengan mengingat kematian, kita akan menyadari untuk tidak membuat kerusakan di dunia, melainkan sibuk menebar kebajikan dan kemaslahatan," tutur Bamsoet.

Atas dasar hal itulah, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengajak para elite politik untuk tidak terlalu ngotot dan menghalalkan segala cara untuk memenangi Pemilu 2019. Kekuasaan sejatinya adalah amanah dan tanggung jawab, bukan sebuah kebanggaan yang harus dipamerkan, apalagi didapat dengan mengorbankan rakyat.

“Besok bangsa Indonesia menghadapi Pemilu 2019 untuk memilih presiden dan angggota legislatif dari tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga nasional (DPR) serta DPD. Bagi kandidat yang maju dalam pemilihan, setelah di masa kampanye telah melakukan berbagai ikhtiar, kini berikan kesempatan kepada rakyat untuk menilai dan menjatuhkan pilihan," urai Bamsoet.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, terpilih ataupun tidak, kandidat yang maju dalam Pemilu 2019 harus bersikap legowo, karena semua sudah ditentukan oleh takdir masing-masing.

“Bagi yang tidak terpilih, bukan berarti kiamat. Tak perlu berkecil hati, karena perjuangan membangun bangsa dan negara bisa dilakukan dari semua aspek kehidupan. Lagi pula, masih ada kesempatan lima tahun mendatang untuk bertarung kembali,” pungkas Bamsoet. 


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS