Kehadiran Tol Laut harus Mampu Seimbangkan Disparitas Harga

Fabiola Febrinastri
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono. (Dok : DPR)
Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono. (Dok : DPR)

Barang yang diangkut tol laut harus bisa menekan harga pasar, karena pemerintah sudah mensubsidi.

Suara.com - Anggota Komisi V DPR, Bambang Haryo Soekartono menegaskan, kehadiran tol laut harus menjadi penyeimbang disparitas harga. Menurut hasil pantauannya, selama ini pengiriman barang lewat kapal tol laut lebih banyak menguntungkan pedagang, karena barang yang dikirim dikuasai pedagang dan menyebabkan disparitas harga.

Menurutnya, barang yang diangkut tol laut harus bisa menekan harga pasar, karena pemerintah sudah mensubsidi.

“Meskipun demikian, saya tidak menyalahkan operator, karena mendapat muatan dari perdagangan yang menyediakan barang-barang, sedang Kementerian Perhubungan sebagai fasilitator. Saya mengkritik Menteri Koordinator Perekonomian karena tidak membuat rinci bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat di daerah,” papar Bambang, saat melaksanakan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/4/2019).

Dalam rilis yang diterima Parlementaria, Bambang menilai, selama ini pemerintah tidak melakukan konsep benar tentang jenis dan kebutuhan barang yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan dia mengkritik perjalanan kapal tol laut, yang menurutnya tak berfungsi, sehingga lebih baik dibubarkan saja karena hanya membebani APBN.

Menurutnya, fakta-fakta itu terlihat saat ia berbincang dengan Kapten Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara yang akan berangkat ke Sulawesi Utara. Banyak muatan yang dikirim tidak sesuai harapan masyarakat daerah, dan terjadi double handling, sehingga menambah biaya karena sistem trayek yang belum sempurna. Dalam perbincangan itu kapten kapal mengaku memuat beras Bulog.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini meninjau kesiapan keberangkatan dan muatan kapal tol laut di Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak. Kunjungan ini dihadiri pejabat Kantor Kesyahbandaran Utama, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Pelindo III Regional Jatim, dan  PT. Pelni Cabang Surabaya selaku operator kapal tol laut.

Bambang berbincang dengan beberapa pejabat PT. Pelni selaku operator KM. Logistik Nusantara, sekaligus mengecek manives muatan kapal. Secara keseluruhan, di manives kapal merupakan bagian 11 bahan pokok, tapi pengiriman barang tol laut belum disesuaikan dengan kebutuhan daerah.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS