Komisi III Usul Nusakambangan Jadi Badan Otorita Khusus

Fabiola Febrinastri
Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir ke Nusakambangan. (Dok : DPR)
Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir ke Nusakambangan. (Dok : DPR)

Pulau Nusakambangan memiliki delapan lembaga pemasyarakatan.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir menyampaikan, status Nusakambangan saat ini masih sebagai satuan kerja (satker), sehingga masih memiliki hambatan dan keterbatasan. Untuk itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, apakah Nusakambangan bisa dijadikan semacam daerah otorita yang khusus menangani narapidana-narapidana yang berisiko tinggi (high risk).

“Kita buatkan semacam otorita yang dikelola sendiri, jadi sudah tidak tergantung lagi dengan yang lain, dan direct-nya ke Ditjen PAS atau Menkum HAM, sehingga mereka bisa konsen di sini dalam satu kawasan khusus, ditangani oleh satu badan otorita yang menangani narapidana yang beresiko tinggi,” ungkap Adies, di Nusakabangan, Kamis (20/2/2020).

Ia menambahkan, luas Nusakambangan mencapai 21.600 hektare dan perlu dikelola semacam badan otorita tersendiri, mengingat Pulau Nusakambangan khusus sebagaisebagai daerah lembaga pemasyarakatan. Hal tersebut senada dengan SK Menteri Kehakiman tahun 1983, yang menetapkan Nusakambangan sebagai tempat pembinaan bagi narapidana yang sulit dibina di lapas luar Nusakambangan.

“Jika Nusakambangan dikelola oleh satu badan otorita tersendiri khusus narapidana yang berisiko tinggi, maka Nusakambangan akan lebih maksimal lagi dalam pengelolaannya. Wacana ini tentu perlu dikaji lebih dalam lagi, jika dikelola dengan baik, Nusakambangan bisa menjadi satu badan otorita kompleks lapas yang terbaik,” tutur politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Sementara itu, anggota Komisi III,Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan, dari hasil pembicaraan Komisi III dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, ada keinginan dibentuk semacam lembaga khusus/otorita khusus mengelola Nusakambangan agar lebih spesifik dalam penganggarannya, struktur organisasinya dan sebagainya.

“Menurut saya, ini benar. Kita nanti harus mem-back up penuh, khususnya Nusakambangan apalagi kalau dibikin badan seperti tadi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dirjen PAS Kemenkum HAM, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, Pulau Nusakambangan belum dapat dikelola secara optimal oleh KemenkumHAM, khususnya Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Tengah. Ia juga menyampaikan, Pulau Nusakambangan sedang dibahas itu menjadi kantor wilayah khusus, mengingat di Pulau Nusakambangan sendiri juga perusahaan semen, flora dan fauna, serta banyak potensi lain yang masih bisa dikembangkan.

“Kami mohon dukungan Komisi III DPR. Saat ini sedang dibahas untuk Pulau Nusakambangan menjadi kantor wilayah khusus, mengingat di area 21.600 hektare belum dikelola secara baik,” terangnya.

Pulau Nusakambangan terletak di selatan Pulau Jawa dan memiliki delapan lembaga pemasyarakatan (lapas), yang terdiri dari tiga lapas kategori high risk yaitu Lapas Batu, Lapas Pasir Putih, dan Lapas Karanganyar. Selain itu juga lima lapas kategori maximum, medium, dan minimum security yaitu Lapas Besi, Lapas Permisan, Lapas Kembang Kuning, Lapas Narkotika, dan Lapas Terbuka.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS