alexametrics

Vaksin Nusantara Tuai Pro dan Kontra, DPR: Silakan Tunggu Hasil BPOM

Fitri Asta Pramesti
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. (Dok. DPR)
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. (Dok. DPR)

"Bagi para peneliti dan berbagai kalangan yang punya pendapat lain silakan langsung ke Undip atau RS Kariadi bisa juga menunggu hasil BPOM," tutur Melki

Suara.com - Komisi IX DPR RI melakukan melakukan petemuan dengan tim peneliti Universitas Diponegoro (Undip) dan RSUP Kariadi guna melihat serta mendengar langsung presentasi terkait Vaksin Nusantara yang menuai pro dan kontra di kalangan ahli. 

Dari kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyarankan agar pihak-pihak yang memiliki pendapat berbeda soal Vaksin Nusantara untuk bertanya langsung tim peneliti maupun menunggu hasil pengecekan dari BPOM

Lebih jauh, Melki mengungkap mengungkap vaksin yang diprakarsai oleh Terawan Agus Putranto ini telah masuk uji klinis Vaksin Nusantara tahap 1 kepada 30 orang relawan.

"Hasilnya sesuai presentasi para peneliti, Vaksin Nusantara aman digunakan karena tidak menimbulkan efek samping pada 30 relawan uji klinis tahap 1 dan terjadi peningkatan antibodi tubuh yang relatif tinggi untuk melawan Covid-19," kata Melki dalam siaran persnya kepada Suara.com, baru-baru ini.

Melki bilang, para peneliti bekerja dalam senyap dan berani mempublikasikan Vaksin Nusantara setelah proses uji klinis tahap 1 selesai dengan hasil positif dan berpotensi menjadi vaksin dengan metode baru dan bersifat individual.

Dalam lawatan tersebut, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga hadir dan menerima langsung hasil penelitian uji klinis tahap 1 untuk diteliti lebih lanjut sebelum masuk ke uji klinis tahap 2.

"Bagi para peneliti dan berbagai kalangan yang punya pendapat lain silakan langsung ke Undip atau RS Kariadi bisa juga menunggu hasil BPOM yang tengah mengecek data ini," ungkap politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Menurut Melki, komentar terkait Vaksin Nusantara yang tidak melalui konfirmasi ke peneliti atau melihat hasil BPOM, tidak berkontribusi terhadap upaya pelaksanaan Inpres No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Produksi dan Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan Dalam Negeri yang menjadi pesan Presiden Jokowi bagi sektor kesehatan.

"GeNose dan Vaksin Nusantara jika telah melalui serangkaian uji sesuai ketentuan yang berlaku, bisa menjadi pintu masuk membangun kedaulatan dan kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan," pungkas Melki.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI