alexametrics

DPR Harap, Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Fabiola Febrinastri
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Ara. (Dok: DPR)
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Ara. (Dok: DPR)

Pandemi Covid-19 telah berdampak langsung pada income Angkasa Pura.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras berharap proyek pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang dilakukan oleh Angkasa Pura bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Tak hanya itu, ke depannya Bandara yang bertaraf Internasional ini diharapkan dapat lebih banyak menampung para pengunjung.

"Tentu jika pengembangan bandara ini bisa segera selesai dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat-masyarakat lokal di sini, dan menjadi ikon bandara internasional bagi Kota Makassar," jelas Andi Iwan saat meninjau proyek pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/10/2021).

Di sisi lain, Andi Iwan cukup memahami dalam perjalanannya proyek pengembangan bandara ini terkendala masalah anggaran, yang mana pandemi Covid-19 telah berdampak langsung pada income Angkasa Pura.

"Kita memahami sebagian besar bandara yang dikelola oleh angkasa pura mengalami penurunan baik penurunan penerbangan maupun penurunan penumpang," tuturnya.

Baca Juga: Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, Mulyanto DPR: Buka Peluang Politisasi Dunia Riset

Dengan kondisi finansial seperti ini, lanjut politisi Fraksi Partai Gerindra itu, tentu Angkasa Pura kesulitan untuk memenuhi pembiayaan proyek pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar ini.

"Mereka (Angkasa pura) tidak mempunyai kemampuan finansial untuk membayarkan kontraktor atau pelaksana. untuk mengatasinya, pihak Angkasa Pura sudah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke Kementerian BUMN yang menaungi perusahaan-perusahaan milik negara sekaligus menjadi operator sumber dana sendiri," jelas Andi Iwan.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI