facebook

Saleh Daulay Apresiasi Keputusan Pemerintah Berikan Vaksin untuk Anak-Anak

Fabiola Febrinastri
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Dok: DPR)
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Dok: DPR)

Pemerintah diharapkan untuk segera memulai vaksinasi.

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi keputusan pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Kebijakan ini dinilai sangat penting seiring dengan berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah. Dengan begitu, menurut Saleh, tingkat imunitas dan kekebalan anak-anak sekolah dapat ditingkatkan dalam menghadapi Covid-19.

"Kalau sudah PTM, tidak bisa tidak anak-anak pasti akan berbaur antara satu dengan yang lain. Guru-guru dan tenaga administrasi lain juga akan menjadi bagian dalam interaksi dan kontak di sekolah. Ini yang harus dipastikan semuanya aman. Nah, salah satu caranya adalah dengan pelaksanaan vaksinasi bagi para peserta didik, guru, dan tenaga administrasi di sekolah,” kata Saleh dalam keterangan persnya, Selasa (2/11/2021).

Berkenaan dengan itu, imbau Saleh, pemerintah diharapkan untuk segera memulai vaksinasi tersebut. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, memastikan ketersedian vaksin bagi anak-anak usia 6-11 tahun tersebut.

“Apakah jenis vaksinnya sama dengan orang dewasa? Berapa jumlah dosisnya? Semua itu harus dipastikan secepatnya,” pesan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Baca Juga: Bikin Pelayanan Publik Buruk, DPR Wanti-wanti: Jangan Loloskan Peserta CPNS Curang!

Kedua, masih kata Saleh, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi diharapkan dapat segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Dinas pendidikan dan kesehatan di daerah sudah harus merumuskan pola kerja pelaksanaan vaksinasi ini. Para vaksinator yang ada harus berbagi tugas karena sebagiannya tetap harus melayani vaksinasi bagi orang dewasa. Ketiga, pemerintah diharapkan dapat menentukan pemetaan pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak ini.

Karena pengadaan vaksinnya tidak serentak, harus ditentukan daerah yang menjadi skala prioritas. Dengan begitu, pelaksanaan vaksinasi ini sejalan dengan program satgas dalam memutus mata rantai penyebaran Covid.

“Vaksinasi untuk anak-anak ini dinilai lebih mudah. Tinggal menentukan jadwal. Lalu mereka dipanggil secara bergiliran. Mungkin ada satu dua yang takut, tetapi biasanya bisa dibujuk dan disemangati,” tutup Saleh.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI