facebook

Saniatul Lativa Dukung Penuh Program EBT

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Anggoya Baleg DPR, Saniatul Latifa. (Dok: DPR)
Anggoya Baleg DPR, Saniatul Latifa. (Dok: DPR)

Permasalahan krusial dari EBT adalah mengenai harga.

Suara.com - Pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai dukungan terhadap komitmen global dalam menjaga kenaikan temperatur global. Berbagai upaya dilakukan guna menurunkan emisi GRK tersebut melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi, dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih.

Dalam Rapat Dengan Pendapat RUU Energi Baru Terbarukan Badan Legislasi DPR RI dengan Dirut PLN dan Dirut Pertamina, Anggota Badan Legislasi DPR RI, Saniatul Lativa menuturkan dukungan penuh dalam pengurangan emisi karbon serta terciptanya energi ramah lingkungan untuk menciptakan bumi yang sehat.

“Energi terbarukan ini merupakan sumber energi yang berasal dari alam yang mampu dibuat kembali secara bebas, serta mampu diperbarui terus-menerus dan tak terbatas. Energi baru terbarukan mampu diciptakan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga mampu menjadi sumber energi alternatif,” tutur Saniatul Lativa pada Selasa, (14/12/2021).

Permasalahan krusial dari EBT antara lain belum optimalnya pengelolaan EBT yang meliputi harga energi dan insentif, sedangkan dalam UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi Pemerintah mengatur penyediaan dan pemanfaatan energi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Puan Nomor 2 di Survei Pimpinan DPR Paling Aspiratif, Sosok Ini jadi Pemuncak Peringkat

“Undang-undang ini juga mewajibkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan energi baru terbarukan sesuai dengan kewenangannya. Selain itu, undang-undang ini juga mewajibkan pemerintah dan pemerintah daerah menyediakan insentif untuk pemanfaatan energi baru terbarukan,” tutur Legislator Partai Golkar tersebut.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI