facebook

Sah Jadi Nama IKN, Gus Muhaimin: Nusantara Punya Makna dan Sejarah Kuat

Fabiola Febrinastri
Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)
Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

Gus Muhaimin meyakini, pemilihan Nusantara sebagai nama ibu kota baru sudah melalui kajian akademis.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar menyambut baik gagasan Presiden Joko Widodo terkait penamaan "Nusantara" untuk ibu kota negara yang baru. DPR juga telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi undang-undang sekaligus memutuskan nama IKN menjadi Nusantara.

“Selamat datang Nusantara, Ibu Kota baru kita. Nusantara Ibu Kota NKRI masa depan kesejahteraan bangsa,” kata Gus Muhaimin di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu menilai, nama Nusantara sudah sangat tepat disematkan bagi ibu kota negara.

Ada sejumlah alasan, pertama, selama ini Nusantara merupakan imajinasi, padahal sejarah membuktikan betapa sudah sangat tua dan mengakarnya sebutan Nusantara itu hidup dalam sanubari rakyat Indonesia.

Baca Juga: Menghindari Respon Negatif dari Masyarakat, Wantimpres Minta Pemerintah Sosialisasikan Ibu Kota Negara Baru

“Darah dan daging kita, napas dan nyawa kita sebagai bangsa dan masyarakat Indonesia adalah Nusantara,” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Alasan kedua, imbuh Gus Muhaimin, Nusantara selama ini kurang mendapat tempat dalam konteks penamaan tempat maupun lembaga pemerintahan. Padahal kata Nusantara jauh lebih tua dan kompleks penuh makna.

“Nusantara kurang diabadikan seperti Indonesia dalam banyak hal. Kita lihat belum ada nama lembaga-lembaga resmi kita yang memakai nama Nusantara, padahal Nusantara punya makna dan sejarah yang kuat kaitannya dengan sejarah kita,” ujar Gus Muhaimin.

Karena itu Gus Muhaimin mengaku, penamaan Nusantara bagi ibu kota negara yang baru membuatnya gembira sekaligus terharu. Diapun memuji Presiden Joko Widodo yang begitu peka terhadap fakta sejarah Nusantara di masa lalu.

“Saya gembira dan terharu dengan keputusan penamaan Nusantara menjadi nama Ibu Kota kita yang baru. Ini menjadi bukti bahwa Pak Jokowi saya nilai peka terhadap sejarah bangsa kita,” tegasnya.

Baca Juga: Ahok Disebut Bakal Pimpin 'Nusantara', Politisi PKS: Soalnya Kawan Karib

Gus Muhaimin meyakini, pemilihan Nusantara sebagai nama ibu kota baru sudah melalui kajian akademis dan sejarah yang mendalam. Menurutnya, Nusantara memiliki tiga makna. Pertama, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki hamparan laut yang dahsyat.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI