facebook

Komisi IX DPR RI Minta Pemprov Gorontalo Tekan Angka Vaskinasi Booster Lansia

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Komisi IX DPR RI saat kunjungan reses ke Gorontalo. (Dok: DPR)
Komisi IX DPR RI saat kunjungan reses ke Gorontalo. (Dok: DPR)

Cakupan vaksinasi Provinsi Gorontalo dosis ketiga baru mencapai 2,74 persen.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh meminta agar vaksinasi lansia khususnya vaksinasi booster untuk ditekan lebih lagi agar angka kematian lansia akibat Covid-19 dapat menurun.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi Provinsi Gorontalo dosis pertama mencapai 87,65 persen, dosis kedua 56,47 persen, dan dosis ketiga baru mencapai 2,74 persen.

"Saya pikir cukup bagus, yang perlu digenjot hanya soal untuk vaksin orang tua boosternya tadi masih sekitar 550ribu sekian, ini yang perlu digenjot, karena kita mendengar tadi 60 persen yang meninggal karena omicron adalah orang tua yang belum vaksin dan punya komorbid,"kata Nihayatul di Gorontalo, Selasa, (22/2/2022).

Senada dengan Ninik, Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai, capaian vaksinasi Gorontalo sudah cukup bagus, hanya tinggal ditingkatkan lagi vaksinasi booster yang baru mencapai 2 persen.

Baca Juga: DPR RI Komisi IX Soroti Iuran PBI yang Belum Terbayarkan di Gorontalo

Yahya menilai, target capaian vaksinasi ini bergantung pada distribusi vaksin yang ada di lapangan, mengingat berdasarkan fakta di lapangan, vaksin yang dikirim ke daerah rata-rata sudah kadaluarsa atau expired.

"Ini disadari juga oleh Kemenkes karena yang dikirim itu adalah vaksin multilateral yang hasil hibah dari beberapa negara, sehingga datangnya juga sudah telat, dikirimnya ke daerah sudah telat sehingga expired, apalagi kalau di daerahnya lama pengirimannya, ini jangan sampai terjadi lagi vaksin yang dikirim ke daerahnya itu adalah vaksin yang expired,"katanya.

Menurut data yang disampaikan, total sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 938,409. Dari 534 ribu dosis, 14.430 vaksin akan expired  pada 28 Februari. Rinciannya, 360 moderna, dan selebihnya Astrazeneca. Sementara untuk expired Maret 2022 sebanyak 162.652 vaksin, dan paling banyak adalah vaksin Sinovac.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI