facebook

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok: DPR RI)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok: DPR RI)

Puan menjelaskan, nilai-nilai universal dharma Sang Buddha tersebut penting artinya dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat Hari Raya Waisak bagi seluruh umat Buddha di Indonesia.

Memperingati Waisak tahu ini, Puan mengajak umat Buddha di tanah air untuk membangun nilai-nilai luhur bangsa, sekaligus merefleksikan kembali ajaran-ajaran Sidharta Buddha Gautama.

Puan mengatakan, ajaran Sidharta Buddha Gautama yang berisi nilai-nilai universal, falsafah kehidupan  mendalam, serta pencerahan tentang hakekat dan makna kehidupan umat buddha yang sejati itu sesuai tema Waisak Nasional 2022 yakni “Moderasi Untuk Indonesia Bahagia“. 

"Secara garis besar Waisak tahun ini mengingatkan kita semua untuk lebih dan terus menjaga dan memelihara kerukunan atau moderasi antar umat beragama," kata Puan, Senin (16/5/2022).

Baca Juga: 1.252 Napi Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak

Puan menjelaskan, nilai-nilai universal dharma Sang Buddha tersebut penting artinya dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. 

“Saya mengajak Saudara-saudara umat Buddha untuk senantiasa merenungkan kembali apa yang telah disampaikan Sang Buddha dan menebarkan kebaikan kepada sesama," ajak Puan.

Mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini menambahkan bahwa Waisak tahun ini dirayakan masih dalam situasi pandemi Covid-19. 

Oleh karena itu, ajaran Buddha untuk saling membantu sesama di masa sulit ini sangat relevan. “Pendidikan Buddhist dengan tujuan keadilan sosial dan perdamaian dunia adalah sebuah tekad yang ingin dibentuk oleh umat Buddha," kata Puan.

Mengutip pidato Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, Puan juga mengajak umat Budha dan segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada "egoisme-agama". Dan hendaknya negara Indonesia satu negara yang bertuhan. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Indonesia Libur Waisak, Mayoritas Kota Besar Cerah Berawan

“Marilah kita amalkan dan jalani kehidupan beragama dengan cara yang berkeadaban, yaitu dengan hormat-menghormati satu sama lain,” tambah perempuan pertama yang menjadi Menko ini.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI