DPR Dampingi Delegasi Asing Pantau Pelaksanaan Pemilu

Fabiola Febrinastri
Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR menyambut delegasi parlemen dunia dan organisasi internasional melakukan observasi penyelenggaraan pemilu Indonesia. (Dok : DPR)
Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR menyambut delegasi parlemen dunia dan organisasi internasional melakukan observasi penyelenggaraan pemilu Indonesia. (Dok : DPR)

Para delegasi diharapkan mendapat banyak hal positif tentang pelaksanaan demokrasi.

Suara.com - Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR mendapat kesempatan menyambut delegasi parlemen dunia dan organisasi internasional dalam rangka melakukan observasi penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) Indonesia secara serentak. Selain mengikuti Focus Grup Discussion (FGD) bersama Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, para perwakilan parlemen dunia tersebut juga diajak melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sekitar Jakarta.

Sekjen DPR, Indra Iskandar, di sela-sela mendampingi peninjauan TPS mengatakan, salah satu tujuan dari diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan ruang kepada negara-negara dunia agar dapat mengamati proses perjalanan demokrasi Indonesia yang sudah berjalan lebih dari 20 tahun. Menurutnya, para undangan cukup terkesan dengan pemilu yang diadakan secara serentak di Indonesia.

"Mereka sangat happy karena memang pertama, hospitality kita berstandar ya. Kita memberikan pelayanan terbaik untuk tamu. Mereka juga terimpresi dengan cara pemilu damai di Indonesia yang dilaksanakan dengan cukup baik hingga ke setiap simpul masyarakat. Mereka menyaksikan langsung beberapa TPS dari kemarin. Mereka terlihat sangat menikmati proses di dalam TPS ," ucap Indra di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Ia menambahkan, ketertarikan utama para delegasi, tentunya adalah proses pemilu yang dilaksanakan secara serentak. Indra berharap, ketika pulang nanti ke negaranya, para delegasi mendapat banyak hal positif tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

"Mereka sangat tertarik dengan sistem demokrasi kita, terbukti pertanyaan mereka banyak yang unik dan bahkan ada yang keluar dari hal-hal teknis. Dari (delegasi) Pakistan juga banyak pertanyaan muncul. Mungkin bagi mereka, ini akan jadi semacam studi banding melihat hal-hal yang positif dari Indonesia, sehingga menjadi acuan bagi beberapa negara demokrasi di dunia," jelasnya.

Dari 5 TPS yang disambangi di Jakarta, terlihat antusiasme dari para delegasi untuk ikut aktif dalam segala proses pemilu, mulai dari pemilihan hingga pemungutan suara. Mereka juga cukup senang bertanya, baik kepada penyelenggara pemilu dan masyarakat sekitar.

Hal tersebut dilakukan Sekretaris Eksekutif Komite GOPAC, John Hyde, yang sangat fokus ketika pemungutan suara dilaksanakan di TPS 042 Menteng, Jakarta Pusat.

Lelaki asal Australia ini mengaku takjub dengan segala proses pemilu yang dilaksanakan  Indonesia. Bahkan ia mengaku, hal ini tidak terjadi di negaranya.

Misalnya ketika pemungutan suara dilakukan, warga turut aktif berpartisipasi, sehingga menurutnya, proses demokrasi Indonesia memang pantas disebut "pesta demokrasi".

"Mereka tidak hanya transparan dalam menghitung saja, namun juga cara memilih secara transparan dan terbuka. Dalam proses penghitungan, perwakilan partai dari dua kandidat turut dilibatkan sehingga proses penghitungan suara hasilnya dapat diketahui secara gamblang. Kalau misalnya proses ini direplikasi di negara-negara lain, maka hasilnya pun juga akan baik untuk negara-negara tersebut," ujarnya.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS