alexametrics

Informasi tentang Vaksin Covid-19 harus Transparan

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Dok : DPR).
Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Dok : DPR).

Kasus positif Covid-19 di Indonesia tetap tinggi, saat ini sudah mencapai 59 ribu per hari.

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati minta Kementerian Kesehatan secara transparan menyampaikan informasi tentang vaksin Covid-19. Banyak informasi yang beredar terkait keberadaan vaksin, yang justru dapat membingungkan masyarakat. 

“Jika mendengar dari pakar, dibutuhkan waktu lama untuk menghasilkan vaksin, sehingga  tak perlu tergesa-gesa hanya untuk menenangkan masyarakat, vaksin harus aman," ungkapnya saat rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Legislator Fraksi PKS itu juga meminta pemerintah untuk bisa menahan diri agar tidak mudah mengumumkan sesuatu yang prosesnya belum selesai.

"Ke depan, pemerintah bisa menahan diri dalam menyampaikan informasi (vaksin Covid-19) sampai semua uji klinis selesai sehingga masyarakat tidak bingung," katanya

Di samping itu, ia menilai, selama delapan bulan terakhir ini, Kemenkes  sudah berjuang secara maksimal dalam upaya mitigasi Covid-19. Tetapi faktanya, kasus positif Covid-19 di Indonesia  tetap tinggi, saat ini sudah mencapai 59 ribu perhari.

"Penangan harus semakin ditingkatkan setelah 8 bulan ini Kita mau ada terobosan dari Kemenkes dan Badan POM memberikan support melalui penyediaan obat hingga suplemen. Hal ini, perlu dilakukan  secara sinergi agar bisa menekan angka Covid-19," tegas Kurniasih.  

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menyatakan belum dapat memastikan kapan vaksin Covid-19 tersedia dan bisa didistribusikan. Pihaknya berpedoman pada pernyataan Presiden tentang kehati-hatian serta sikap yang tidak tergesa-gesa dalam pendistribusian vaksinasi Covid-19. 

Ia mengatakan, jika vaksin sudah tersedia, pemerintah pasti segera memberitahukan kepada DPR RI. Terawan mengatakan Badan POM masih terus melakukan pemantauan terhadap pengadaan produksi vaksin Covid-19 yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi dalam negeri. Kandidat vaksin Covid-19 yang akan dipesan pemerintah, diantaranya Sinovac dan G42/Sinopharm dari China.

“Green light (izin) bendera itu Badan POM sebagai otoritas yang punya wewenang untuk itu. Kemenkes berjuang agar berjalan lancar dengan  menyiapkan peraturan, SDM, administrasi, logistik, jaringan fasilitas layanan kesehatan dan sistem monev untuk pelaksanaan vaksinasi covid-19.  ” katanya.

Terawan berharap, vaksin Covid-19 tersedia secepatnya pada akhir tahun ini. Namun, dia menegaskan, soal keamanan vaksin tetap menjadi prioritas.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI