alexametrics

Komisi XI dan BI Terus Berupaya Jaga Stabilitas Pemulihan Ekonomi Nasional

Fabiola Febrinastri
Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganindito. (Dok: DPR)
Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganindito. (Dok: DPR)

Bank Indonesia dalam menjalankan program strategis dan empat transformasi.

Suara.com - Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganindito mengatakan, Bank Indonesia (BI) perlu mengarahkan seluruh instrumen bauran kebijakan, moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran. Hal ini diperlukan untuk mendukung stabilitas moneter, sistem keuangan, pemulihan ekonomi nasional serta membangun kinerja unggul yang efektif, efisien dan bertata kelola untuk menuju Bank Sentral digital yang terdepan.

“Kebijakan moneter Bank Indonesia lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal serta kebijakan pemerintah lainnya,” ucap Dito saat memimpin Rapat Panja Pengeluaran Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) Tahun 2022 dengan BI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Panja RATBI Komisi XI DPR RI mengharapkan BI bisa melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar sebagai upaya meningkatkan kredit atau pembiayaan perbankan.

“Kebijakan makroprudensial longgar ini untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” imbuh Dito.

Baca Juga: Gandeng Sahroni dan Bamsoet di Formula E, Anies: Sudah Lama Direncanakan

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, dalam mencapai kebijakan tersebut, BI akan melaksanakan beberapa program strategis dan empat transformasi. Program strategis tersebut di antaranya, memperkuat efektivitas kebijakan moneter dan bauran kebijakan BI untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah. Serta memperkuat sinergi bauran kebijakan BI dengan kebijakan fiskal dan reformasi struktural pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam program strategis tersebut juga akan memperkuat kebijakan dan surveilans makroprudensial untuk mendorong intermediasi, mendukung ketahanan stabilitas sistem keuangan, memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan, serta perlindungan konsumen dalam rangka turut menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Selain itu juga perlu memperkuat koordinasi dan sinergi pengawasan makroprudensial dengan otoritas terkait,” terangnya.

Lebih lanjut Dito menilai, program strategis itu juga akan memperkuat efektivitas kerja sama internasional untuk mendukung kebijakan BI di bidang moneter, makroprudensial, SP-PUR dan bidang lainnya dalam mencapai stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta memperjuangkan ekonomi Indonesia.

Kemudian, empat tranformasi yang akan dilaksanakan BI ialah transformasi kebijakan, transformasi organisasi, transformasi Sumber Daya Manusia dan budaya kerja, serta transformasi digital.

Baca Juga: Respons Putusan MK soal UU Cipta Kerja, Baleg DPR Akan Revisi UU PPP

“Bank Indonesia dalam menjalankan program strategis dan empat transformasi tersebut agar dilaksanakan dengan kinerja yang terukur, efisien, efektif dan good governance,” tandasnya.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI