Di IPU-144, Puan Maharani Suarakan Harapan Generasi Muda yang Ingin Perubahan Iklim Segera Ditanggulangi

Fabiola Febrinastri
Di IPU-144, Puan Maharani Suarakan Harapan Generasi Muda yang Ingin Perubahan Iklim Segera Ditanggulangi
Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. (Dok: DPR)

Perempuan mencakup 80% dari displaced person, yang terdampak dari perubahan iklim.

Suara.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani memfasilitasi suara-suara generasi muda yang menginginkan dunia menjadi lebih baik lewat gerakan nyata mengatasi perubahan iklim. Harapan kelompok pemuda yang fokus terhadap isu climate change ini disampaikan pada salah satu forum 144th Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly & Related Meetings di Bali.

Sebagai President of Assembly, Puan menjadi pemimpin Sidang Paripurna Majelis IPU ke-144.

“Pada Majelis IPU ke-144 ini, kita diharapkan dapat meneguhkan kembali tujuan IPU untuk memperkuat parlemen, untuk mempromosikan demokrasi, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Puan.

Hal tersebut disampaikan dalam First Plenary Sitting of the 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (21/3/2022).

Baca Juga: Di Pembukaan IPU ke-144 di Bali, Puan Dorong Perang di Ukraina Dihentikan

Puan pun menyebut tujuan pembentukan IPU pada tahun 1889  adalah untuk memperjuangkan perdamaian saat ini ternyata juga masih relevan.

“Kita harus melakukan diplomasi preventif untuk menghindari terjadinya perang dan konflik. Karenanya Majelis IPU ke-144 harus menjadi momentum bersama bagi Parlemen untuk berkontribusi menyelesaikan berbagai tantangan global,” ucapnya.

Puan mengatakan, IPU harus mendorong peningkatan partisipasi perempuan dan kalangan muda dalam pengambilan keputusan di berbagai badan publik, termasuk dalam isu perubahan iklim yang menjadi tema dari IPU ke-144.

“Perempuan mencakup 80% dari displaced person, yang terdampak dari perubahan iklim. Perempuan dan anak perempuan adalah yang paling rawan dalam situasi konflik,” kata Puan.

“Perubahan iklim merupakan krisis eksistensi planet bumi. Pemanasan bumi telah terjadi lebih cepat dari masa-masa sebelumnya,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Untuk mendengarkan aspirasi terkait isu perubahan iklim, Puan mengundang perwakilan dari generasi muda, yang selama ini melakukan berbagai gerakan untuk menghentikan pemanasan global. Ia mengajak Melati Wijsen, pemimpin gerakan Youthtopia yang bertujuan memberdayakan anak-anak muda agar menjadi agen perubahan, berbicara di hadapan delegasi negara-negara IPU.

“Melati juga seorang penggagas dari Bye Bye Plastic Bags, sebuah organisasi yang menghimpun pemuda dari seluruh dunia yang berjuang menghentikan pemakaian kantong plastik,” tutur Puan.

“Melati kami hadirkan untuk mengingatkan tanggung jawab kita terhadap generasi muda dan generasi-generasi mendatang bahwa tugas kita adalah meninggalkan bumi yang lebih hijau, lebih sehat, dibandingkan dengan yang kita warisi dari para pendahulu,” sambungnya.

Baca Juga: Ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika Diklaim Pulihkan Ekonomi NTB, Ini Kata Ketua DPR RI Puan Maharani

Berdiri di hadapan forum IPU, Melati yang tinggal di Bali sejak kecil menyatakan, generasi muda sudah bosan dengan berbagai agenda penyelamatan bumi yang hanya sekadar kata-kata saja.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI