DPR Tegaskan Lagi Komitmen Indonesia pada Kemerdekaan Palestina

Fabiola Febrinastri
DPR Tegaskan Lagi Komitmen Indonesia pada Kemerdekaan Palestina
Bamsoet, saat menerima Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Joseph. R. Donovan, di ruang kerja pimpinan DPR RI, Jakarta, Kamis (5/4/2018). (Sumber: Istimewa)

Indonesia menolak penjajahan maupun konflik kekerasan terhadap sebuah bangsa.

Suara.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyampaikan kegelisahan umat Islam terhadap sikap Amerika Serikat yang berencana memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Bamsoet berharap, tindakan AS ini jangan sampai memperuncing gejolak perdamaian dunia.

"Ini isu yang sangat sensitif dan bisa menjadi pukulan telak dalam hubungan Amerika dengan negara berpenduduk Muslim lainnya. Saya harap rencana pemindahan kedutaan tersebut bisa ditunda, sehingga lingkungan global tetap stabil," ujar Bamsoet, saat menerima Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Joseph. R. Donovan, di ruang kerja pimpinan DPR RI, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Widya Yudha, anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dan anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.  Donovan didampingi Wakil Kepala Bagian Politik Urusan Politik Domestik, Siriana Nair dan Press Attache, Rakesh Surampudi.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan lago soal komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, serta ikut andil dalam perdamaian dunia, Indonesia menolak penjajahan maupun konflik kekerasan terhadap sebuah bangsa, termasuk Palestina.

"Sebagai sebuah bangsa dan negara, Indonesia punya kekuatan dan kepercayaan berbicara mewakili dunia Islam. Jika Amerika bisa merepresentasi kekuatan dunia barat dan mampu membangun dialog secara baik dengan Indonesia, saya kira akan membawa banyak manfaat bagi dunia islam dan perdamaian dunia," ujar Bamsoet.

Untuk memberikan kontribusi yang lebih besar lagi dalam mewujudkan dunia yang lebih damai dan berkeadilan, Bamsoet juga meminta dukungan AS terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 2019-2020. Bukan hanya terhadap AS, permintaan dukungan juga sudah dilakukan ke berbagai negara sahabat lainnya, khususnya yang memiliki pengaruh besar di PBB.

"Indonesia punya kekuatan dan kelebihan untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Kita negara dengan penduduk muslim terbesar, sukses menyelenggarakan demokrasi, kondisi keamanan dan stabilitas politik dalam negeri terjaga dengan baik, pertumbuhan ekonomi juga semakin kuat," jelas Bamsoet.

Tak hanya membahas perdamaian dan kondisi politik dunia, dalam pertemuan tersebut juga dibahas peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya antara Indonesia - Amerika.

"DPR mendukung berbagai kerja sama Indonesia dengan berbagai negara lain, termasuk Amerika, dengan prinsip berkeadilan dan saling menguntungkan. Tahun 2017, total perdagangan kita dengan Amerika mencapai USD25.908 milliar. Ekspor tercatat USD17.787 miliar, sedangkan impor sebesar USD8.121 milliar. Kita surplus USD9.666 miliar," ujar Bamsoet.

Surplus perdagangan pada Indonesia seiring dengan meningkatnya nilai investasi AS di Indonesia. Pada 2016 jumlahnya tercatat USD1,16 miliar, meningkat pada 2017 menjadi USD2 milyar.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI