Terima Selandia Baru, DPR Duka Cita Atas Tragedi di Christchurch

Fabiola Febrinastri
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon berbincang usai saat menerima Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Selandia Baru dengan Asia Selatan dan Asia Tenggara Kanwaljit Singh Bakshi. (Dok : DPR)
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon berbincang usai saat menerima Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Selandia Baru dengan Asia Selatan dan Asia Tenggara Kanwaljit Singh Bakshi. (Dok : DPR)

Pendekatan yang dilakukan sangat humanis dan menyentuh hati seluruh warga dunia.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam), Fadli Zon menyampaikan keprihatinan dan dukacitanya atas tragedi penembakan yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, belum lama ini. Ia mengapresiasi pemerintahan dan parlemen Selandia Baru yang dengan cepat merespons insiden tersebut.

Hal tersebut disampaikan Fadli saat menerima Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Selandia Baru dengan Asia Selatan dan Asia Tenggara Kanwaljit Singh Bakshi, di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/3/2019). Turut hadir Wakil Ketua BKSAP DPR, Dave Akbarshah Fikarno Laksono.

“Izinkan saya mewakili seluruh keluarga besar DPR menyampaikan duka cita atas aksi yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Penembakan di rumah ibadah, atas alasan apapun merupakan bentuk terorisme yang tidak dapat diterima,” tegas Fadli.

Sisi lain, politisi Partai Gerindra itu memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan pemerintah Selandia Baru dalam merespons aksi teror tersebut. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan sangat humanis dan menyentuh hati seluruh warga dunia, termasuk masyarakat Muslim di Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pemerintah Selandia Baru, yang memberikan gesturesangat baik dengan melindungi umat Islam di sana,” ujarnya, sembari menyampaikan harapannya agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Di Selandia Baru memang ada kebebasan untuk memiliki senjata, namun mereka tidak pernah menduga ada orang seperti itu. Sekarang parlemen dan pemerintah sepakat untuk mengubah aturan itu dan bahkan akan membeli semua senjata milik penduduk, dan kemungkinan akan dihancurkan," sambungnya, usai pertemuan.

Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana kunjungan diplomasi Parlemen Selandia Baru ke Indonesia pada Oktober mendatang.

“Mereka akan datang pada Oktober atau November akan datang untuk meneruskan hubungan parlemen kedua negara," kata Fadli.

Menurut legislator dapil Jawa Barat V itu, waktu tersebut adalah momentum yang tepat untuk mempererat kerja sama di berbagai bidang, baik DPR RI maupun Selandia Baru. Selama ini, keduanya memiliki kerja sama yang baik di berbagai forum internasional, seperti IPU dan APFF.

Adapun empat prioritas kerja sama bilateral yang telah ditetapkan melalui Joint Commitment for Development 2017-2022 adalah energi terbarukan, peternakan/pertanian, konektivitas dan pendidikan. Kedua Parlemen juga selalu konsisten dalam mengupayakan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS