Bandara New Yogyakarta International Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Bandara New Yogyakarta International Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
Anggota Komisi VI DPR RI Sartono Hutomo. (Dok : DPR).

Ada potensi penerbangan langsung dari luar negeri yang cukup menjanjikan.

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR, Sartono Hutomo mengatakan, keberadaan Bandar Udara (Bandara) New Yogyakarta International Airport (NYIA) memiliki potensi yang luar biasa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Ia melihat adanya potensi direct flight (penerbangan langsung) dari luar negeri yang cukup menjanjikan, di bandara yang memiliki luas lebih dari 500 hektare ini.

"Suatu pengharapan ke depan, Bandara Internasional Yogyakarta yang baru ini bisa memberikan dampak meningkatnya kunjungan pariwisata ke Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya," katanya, usai mengikuti pertemuan tim kunjungan kerja (kunker) reses Komisi VI DPR, dengan mitra kerja terkait pengembangan wisata di kawasan Joglosemar di Bandara NYIA, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (2/5/2019).

Menteri Badan Usaha milik Negara (BUMN) sendiri telah meresmikan sinergi BUMN, yaitu spirit Joglosemar, dengan melibatkan 12 BUMN. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam rangka turut mendukung akselarasi pembangunan kepariwisataan nasional dan mendorong tumbuh kembangnya pariwisata di kawasan Joglosemar.

Baca Juga: Ketua DPR Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan

Legislator Partai Demokrat ini menambahkan, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, maka masyarakat di pedesaan dapat merasakan tumbuh kembangnya perekonomian.

“Tadi kita bahas tentang Borobudur. Daerah pedesaan sekitar Borobudur juga sekarang merasakan dampak yang positif yang tentu saja menunjang perekonomian mereka," tambah Sartono.

Ia menekankan, siapa pun kepala daerahnya, termasuk menteri bahkan presidennya nanti, pembangunan kawasan Joglosemar harus berkelanjutan. Hal ini mengingat antusiasme  masyarakat yang cukup tinggi untuk menjadikan kawasan Joglosemar sebagai branding baru kepariwisataan nasional.

Sebelumnya, Deputi bidang Usaha Energi, Logistik dan Kawasan dan Pariwisata (ELKP) Kementerian BUMN, Edwin Abdullah memaparkan, Joglosemar merupakan amanat Presiden Joko Widodo yang sudah dicanangkan sejak 2015. Pengembangan Joglosemar tidak pernah lepas dari social development, dimana masyarakat sangat mendukung akan pariwisata di daerahnya.

"Comunity base on tourism sudah ada di desa-desa. Mereka telah disiapkan dan untuk melatih masyarakat sejak 2017 dan sudah dilaksanakan di 132 titik.

Baca Juga: DPR : Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Perlu Ditingkatkan

"Masyarakat lokal dilatih untuk mengelola pariwisata oleh PT. TWC (Taman Wisata Candi) Patra Jasa, yang bekerja sama dengan Bumdes. Kami tidak mungkin pendekatan teknografis tanpa melibatkan masyarakat," tandas Edwin. 


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI