alexametrics

DPR Minta TNI dan Polri Utamakan Keselamatan Warga dari Serangan Separatis

Fitri Asta Pramesti
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. (Dok. DPR)
Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. (Dok. DPR)

"Jangan terpancing. Utamakan keselamatan warga, ini yang harus lebih dulu dilakukan. Ini juga jalan terbaik guna menghindari jatuhnya korban jiwa," ujar Azis.

Suara.com - Aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali dilakukan di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Terkait hal ini, Wakil Ketua DPR M. Azis Syamsuddin meminta TNI dan Polri untuk tidak terpancing dengan aksi  kelompok separatis tersebut.

"Jangan terpancing. Utamakan keselamatan warga, ini yang harus lebih dulu dilakukan. Ini juga jalan terbaik guna menghindari jatuhnya korban jiwa," ujar Azis, Selasa (13/4/2021).

Azis meminta adanya penambahan personel di lokasi tersebut guna memperkuat pasukan yang tengah bertugas.

"Ada dua tugas. Pertama menjaga keselamatan warga, kedua tetap melakukan penekanan terhadap KKB bersenjata, dalam upaya penegakan hukum terhadap di tanah NKRI," tegasnya.

Baca Juga: DPR Dorong Pemda Fasilitasi Pekerja Bentuk Posko Pengaduan Terkait THR

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, penyekatan di sejumlah titik penting dilakukan. Termasuk pengerahan pesawat guna memantau gerak KBB.

"Tujuan KBB sasarannya adalah aset vital negara dan warga. Jika teror ini berhasil dilancarkan maka, situasi menjadi tidak kondusif. Maka saya sampaikan di awal, pentingnya melakukan perlindungan pada permukiman warga khususnya area tertentu misalnya fasilitas kesehatan dan pasar tradisional," papar Azis.  

KKB, sambung Azis, sejak tahun 2020 lalu berupaya masuk dan mengganggu di areal PT. Freeport. Bahkan sejumlah aset vital penghubung transportasi menjadi sasaran mereka. "Pola sekarang berubah. Mereka mengintimidasi masyarakat. Mengancam dan tak segan-segan membunuh, seperti peristiwa yang dilami guru di Papua," ungkap Azis.  

Terakhir, Azis Syamsuddin mengapresiasi sikap cepat dan tanggap yang dilakukan jajaran Polda Papua yang telah mengerahkan helikopter TNI-Polri untuk mengevakuasi warga dari Beoga, Kabupaten Puncak, ke Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

"Ini upaya tepat. Evakuasi warga dari Beoga salah satu langkah menghindari terjadinya aksi kekerasan yang dilakukan KKB. Dipilihnya Sugapa juga sangat ideal, karena letaknya lebih dekat dibanding ke Ilaga dan Timika. Terima kasih atas langkah yang dilakukan," tandasnya. 

Baca Juga: Ramadan di Tengah Pandemi, Puan Maharani Ajak Masyarakat Peduli Sesama


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI