alexametrics

Muhaimin Iskandar: Pembangunan SDM Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Fabiola Febrinastri
Wakil Ketua DPR RI Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)
Wakil Ketua DPR RI Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar. (Dok: DPR)

Upaya peningkatan minat baca harus lebih serius lagi dijalankan.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam kemajuan sebuah bangsa. Indeks pembangunan SDM yang rendah mengakibatkan rendahnya daya saing bangsa. 

“Hal ini bermuara pada rendahnya inovasi, pendapatan per kapitanya, hingga rendah rasio gizinya. Itu semua akhirnya berpengaruh pada rendahnya indeks kebahagiaan warga," kata Gus AMI, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, Senin (17/5/2021).

Dia menilai, misi pemerintah untuk menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas pada pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai langkah yang tepat 

Menurutnya, tidak ada negara maju tanpa SDM unggul, karena itu keinginan Presiden Jokowi harus didukung dan diwujudkan, salah satunya dengan bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat.

Baca Juga: GKSB DPR Dorong Pemerintah Galang Dukungan Politik untuk Palestina

"Tingkat literasi kita bisa meningkat. Ironis sekali kalau melihat data tingkat literasi kita dibandingkan beberapa negara lainnya," ujar anggota Komisi I DPR RI tersebut. 

Gus AMI mengatakan, tingkat literasi masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah, karena hanya menempati ranking ke-62 dari 70 negara, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal itu, menurutnya, mengacu pada hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada 2019.

"Sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Hasil riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca," katanya lagi.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena pada periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi, pembangunan SDM unggul menjadi salah satu prioritas.

Gus AMI mengatakan terkait peringatan Hari Buku Nasional pada Senin (17/5/2021), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim harus melakukan berbagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

Baca Juga: TKA China Terus Berdatangan, Anggota DPR ke Kemenaker: Apa Sih Kerjaannya?

"Selain itu, Kemendikbudristek juga harus melakukan digitalisasi produk buku untuk memberikan kemudahan akses membaca kepada masyarakat," katanya lagi.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI