facebook

Cegah Ideologi Menyimpang, Gus Muhaimin Dorong Umat Islam Beroganisasi

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. (Dok: DPR)
Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. (Dok: DPR)

Gus Muhaimin menyatakan, organisasi menjadi tameng masyarakat agar tak mudah dipengaruhi berbagai idelogi menyimpang.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mengingatkan seluruh umat Islam di Indonesia untuk mewaspadai bahaya ideologi menyimpang yang ada di sekitar mereka. 

Salah satu cara menangkal bahaya ideologi menyimpang itu adalah bergabung dan aktif terlibat dalam organisasi. Gus Muhaimin menyatakan, organisasi menjadi tameng masyarakat agar tak mudah dipengaruhi berbagai idelogi menyimpang.

"Kepada semua umat Islam harus berorganisasi, di organisasi apa saja silakan. Tetapi yang jelas memiliki pemimpin, memiliki manajemen organisasi, dan memiliki anggaran dasar yang tepat untuk bangsa kita. Sehingga kita tidak diombang-ambingkan oleh ideologi dari manapun dan rujukannya tepat," kata Gus Muhaimin, Kamis, (23/6/2022).

Saat menghadiri Orasi Kebangsaan bersama sivitas akademika Universitas Muslim Nusantara (UMN) al-Washliyah Kota Medan, Gus Muhaimin tak mematok satu organisasi tertentu yang disarankannya untuk seluruh umat Islam.

Baca Juga: DPR Gelar Rapat Pembahasan RUU Pemekaran Provinsi Papua Secara Tertutup

Namun yang penting organisasi tersebut sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia. "Ya kalau tidak NU ya Muhammadiyah ya Washliyah ya al Irsyad, pokoknga berorganisasi," ujarnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, organisasi punya peran penting bagi umat Islam sekaligus dapat menyelamatkan dari ideologi-ideologi sesat,  radikal, dan ideologi yang dapat memecah belah bangsa.

Gus Muhaimin juga mengingatkan bahaya liberalisme. Menurutnya liberalisme adalah awal mula munculnya berbagai bentuk penyimpangan-penyimpangan seksual saat ini dengan mengatasnamakan kebebasan, salah satunya praktik LGBT yang belakangan santer terjadi.

"Termasuk liberalisme. Liberalisme ini tidak sadar telah mengacaukan kita, termasuk dari liberalisme itu adalah melegalkan LGBT, memberi ruang LGBT itu liberalisme. Ini kita harus atasi dengan kita merapatkan barisan kita," tegas Gus Muhaimin.

Sementara itu, Rektor UMN Dr. KRT Hardi Mulyono menyambut baik kedatangan Gus Muhaimin yang hadir didampingi Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Menurutnya kedatangan Gus Muhaimin adalah kejutan sekaligus berkah bagi UMN.

Baca Juga: Kunjungi IKN Nusantara, Puan Maharani: Presiden yang akan Datang Harus Teruskan Pembangunan

"Menurut saya ini surprise, bahwa sebelumnya kita nggak mengharap kedatangam pejabat, tapi hari ini kita kedatangan pak Muhaimin. Saya merasa ini berkah untuk UMN," kata Hardi.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI