Marwan Cik Asan Merasa Perlu Pentingnya Edukasi tentang LPS pada Masyarakat

Fabiola Febrinastri
Marwan Cik Asan Merasa Perlu Pentingnya Edukasi tentang LPS pada Masyarakat
Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan. (Dok: DPR)

Ternyata di Jawa Barat, jumlah rekening yang dijaminkan oleh LPS sangat baik.

Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan mengikuti serta memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI ke Kabupaten Bandung. Dalam kunjungannya Marwan mengatakan, ternyata di Jawa Barat, jumlah rekening yang dijaminkan oleh LPS sangat baik. 

"Kami tadi melihat data, ternyata di Jawa Barat ini, tingkat atau jumlah rekening yang terjaminkan oleh LPS itu sangat baik," jelasnya usai memimpin pertemuan dengan LPS di Ballroom Hotel Trans studio dalam rangka kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI ke Kabupaten Bandung, Jumat (16/6/2023).

Menurutnya, sebanyak 99.98 persen bank syariah sudah terjaminkan dan sekitar 99.96 persen untuk bank konvensional yang sudah terjamin oleh LPS. Dilihat dari besarnya jumlah rekening yang dibuka, maka hal ini menandakan bahwa mereka menyadari bahwa dana yang ditabung itu harus dijaminkan.

"Bahkan melebihi nasional, yaitu kalau pada bank syariah, kalau saya tidak salah,  99,98% semua terjaminkan. Kemudian kalau pada bank konvensional, 99,96% terjaminkan. Artinya, kita melihat bahwa masyarakat relatif sudah merasa memerlukan ya bahwa tabungan yang dia punya itu harus dijaminkan," ujarnya.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dukung Aldi Taher Nyaleg Biar Anggota DPR Pusing

Marwan mengutarakan, memang masih ada sekitar 0,4 persen yang tidak menjaminkan dananya dan sebagian besar rekening dengan nilai di atas Rp2 miliar ini milik korporasi dan pemerintah.

"Memang masih ada beberapa rekening sebesar 0,04% yang tidak terjaminkan, dan itu sebagian besar adalah rekening-rekening dengan nilai di atas Rp2 miliar. Yang tadi dijelaskan oleh LPS, sebagian besar punya korporasi, punya pemerintah. Artinya,kita tidak perlu khawatir kalau someday sampai ada something kan. Memang mereka orang yang punya uang, bukan punya masyarakat bawah," jelas Marwan.

Legislator Dapil Lampung II itu menekankan, 46 persen (skala nasional) orang mengetahui adanya LPS, sisanya belum mengetahui. 

"Kita menekankan kembali kepada LPS bahwa ternyata baru 46%, secara nasional yang mengetahui LPS. Sisanya belum tahu. Yang kita cegah, jangan sampai masyarakat kita, yang dengan jumlah uang sangat terbatas, kemudian hanya ingin menabung. Mungkin untuk persiapan hari tua atau untuk pendidikan anaknya, atau untuk pernikahan putranya atau untuk khitanan. Apapun jelas ya, masyarakat kecil itu akhirnya tidak dijaminkan oleh LPS," urai Marwan. 

Politisi Partai Demokrat ini juga menceritakan beberapa kasus yang pernah terjadi di masyarakat, yang sudah menabung dan dijanjikan bunga besar di atas suku bunga yang dijaminkan oleh LPS. Tabungan mereka banyak hilang begitu saja.

Baca Juga: Partai Perindo DKI Bidik Suara Anak Muda Lewat Rekrutan Manik Marganamahendra

"Contohnya, mereka yang menabung tanpa administrasi akad yang jelas. Tadi Bupati cerita, datang-datang ambil tabungan setelah tabungannya banyak, orangnya hilang. Ini yang perlu kita minta LPS terus melakukan edukasi, supaya kita jaga masyarakat bawah, yang baru mau menabung atau belajar menabung. Kita hindarkan dari katakanlah hilang, atau tidak terjaminkan," pungkasnya.


Twitter Dpr

Parlementaria

Berita, fakta dan informasi mengenai seputar yang terjadi di DPR-RI