Nurhayati Ali Assegaf Ajak Perempuan Ikut Berpolitik

Provinsi Jawa Timur bisa menjadi contoh bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin.
Suara.com - Peringatan International Women’s Day (IWD) menjadi momentum Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR dalam menyerukan keterlibatan perempuan dalam politik dan pentingnya peran perempuan, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ketua BKSAP DPR, Nurhayati Ali Assegaf menuturkan, perempuan tidak perlu takut terjun di dunia ekonomi maupun politik.
“Diperlukan forum-forum seperti ini, yang memberikan pencerahan bahwa perempuan dan laki-laki punya hak yang sama untuk memilih dan dipilih,” papar Nurhayati, dalam peringatan IWD bertema Empowering Women in Politics and Economics for Reducing Gaps, di Malang, Jawa Timur, Selasa (2/4/2019).
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua BKSAP DPR, Dave Akbarshah Fikarno dan anggota BKSAP DPR, Saniatul Lativa, Kartika Yudhisti, Amelia Anggraini serta Zairina.
Peringatan IWD juga menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, diantaranya Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Ratna Susianawati, Direktur Keluarga dan Perempuan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS), Woro Srihastusi, dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Amany Lubis.
Baca Juga: DPR Minta Penyelenggara Pemilu Cermati KTP Elektronik
Hadir pula akademisi, aparat penegak hukum dan aktivis perempuan, yang diharapkan bisa menjadi wadah untuk berbagi ilmu terkait pemberdayaan perempuan guna mengurangi kesenjangan.
Menyadari pentingnya peran perempuan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keterlibatan perempuan dalam politik, Nurhayati mengajak semua pihak untuk melangkah ke depan dengan aksi- aksi nyata dan tidak cukup hanya dengan slogan. Menurutnya, Provinsi Jawa Timur bisa menjadi contoh bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin.
“Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kepala daerah, camat, polisi dan jabatan lain yang dipegang perempuan. Bahkan Gubernur Jawa Timur, saat ini juga perempuan. Ini bisa menjadi contoh yang sangat baik untuk mendorong peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik,” tegas politisi F-Demokrat itu.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri PPPA menyampaikan, perempuan memiliki kemampuan untuk menciptakan ide-ide kreatif untuk meningkatkan kualitas perempuan, khususnya pada sektor ekonomi, dan dengan kemampuan tersebut kaum perempuan akan siap menghadapi revolusi industri 4.0.
Sementara itu, Woro mengatakan, untuk mencapai kesetaraan dan pemberdayaan kaum perempuan sebaiknya dilakukan reformasi untuk memberi hak yang sama kepada perempuan terhadap sumber daya ekonomi serta jasa keuangan, dengan memastikan hak-hak perempuan terpenuhi, sehingga akan tercapai pembangunan yang berkeadilan dan inklusif.
Baca Juga: Ketua DPR : Pengguna Aplikasi DPR Now! Meningkat Signifikan